08/06/17

Ngadem di Museum Benteng Vredeburg Jogja

Muhammad Fatih Al-Ghozali mengamati diorama
di dalam museum
Bila sahabat jalan-jalan ke Keraton Jogja, atau Jalan Malioboro, atau Pasar Beringharjo, ada baiknya sekalian ke Museum Benteng Vredeburg. Apalagi bila itu pas siang hari, saat musim liburan, jalanan pusat kota yang padat merayap, udara terasa panas, sungguh cocok ke benteng yang dikelola dengan baik ini, rasanya adem.

Terasa adem karena taman di sekitar museum banyak rumput dan tanaman yang teduh, apalagi bila masuk ke dalam ruangan-ruangan museum yang berada di dalam gedung, adem dengan udara AC yang sejuk.

03/04/17

Tengkleng Hohah! Kuliner Balungan Kambing yang Maknyoss

Warung Tengkleng Hohah! Jl. Wonosari Jogja
Saya termasuk suka dengan berbagai masakan berbahan daging kambing. Sate dengan bumbu kacang ala Jawa Timur maupun berbumbu kecap ala Jogja; demikian pula bila dimasak gulai (gule) yang cenderung gurih dan asin maupun dimasak tongseng yang cenderung nikmat dan manis; bagi saya cukup satu kata: dari dulu saya suka.

Termasuk balungan (tulangnya) yang dimasak tengkleng. Tentu ini termasuk seni makan dari yang berbahan kambing yang asyik. Karena sisa-sisa daging kambing yang masih nempel di tulang itu mesti kita klamuti (apa ya bahasa Indonesianya) dengan sabar.

27/03/17

Kantong Teh Daun Sukun Tanpa Benang Agar Maksimal Manfaatnya

Kantong Teh Daun Sukun Laasyaka
Bila biasanya kantong teh celup menggunakan benang untuk lebih memudahkan mengambil kembali kantong tehnya setelah dicelup, hal ini berbeda dengan kantong Teh Daun Sukun Laasyaka. Justru kantong Teh Daun Sukun Laasyaka sengaja tidak diberi benang agar teh daun sukun lebih maksimal diambil manfaatnya dengan cara terus direndam di dalam air hangat yang sudah menjadi teh hingga habis diminum.

Itulah kenapa sangat disarankan setelah teh daun sukun bercampur dengan air mendidih agar tidak segera diseruput atau diminum. Biarkan saja sampai sekitar 5 menit, baru teh daun sukun diminum sedikit demi sedikit.

09/03/17

Sego Megono Kang Ali, Enak dan Murah, Cocok Buat Mahasiswa

Sego Megono yang enak rasanya
Di Jogja ada Sego Megono, makanan khas Pekalongan, yang enak rasanya dan harganya murah, di sinilah tempatnya: Sego Megono Kang Ali. Warungnya selalu ramai anak muda, kebanyakan mahasiswa.

Megono itu adalah sebutan lauknya, yakni nangka muda yang dicincang lembut, dicampur parutan kelapa muda, kemudian dibumbui garam, sedikit kencur, dan cabai. Megono yang khas dan lezat itu ditumpangkan di atas nasi hangat dan diberi sambal. Makan sego megono akan semakin nikmat dengan mendoan yang juga menjadi favorit di warung ini.

26/02/17

Meja Lipat yang Praktis untuk Membaca al-Qur’an

Meja lipat terbuat dari kayu yang praktis
Membaca al-Qur’an dengan menggunakan meja lipat yang praktis tentu menyenangkan. Apalagi mejanya terbuat dari kayu yang tidak terlalu berat, pas tingginya untuk ukuran membaca sambil duduk, dan lebarnya juga pas untuk membuka al-Qur’an.

Bagi sahabat yang menginginkan meja lipat yang terbuat dari kayu untuk membaca al-Qur’an sebagaimana dalam foto, silakan pesan melalui WA ke nomor 085-7010-73737. Harga per meja Rp.65.000. Apabila sahabat membeli 10 buah atau lebih, harga per meja menjadi Rp.60.000.

16/02/17

Mangut Lele Mbah Marto, Kuliner Lezat Ambil Sendiri di Dapur

Sepiring nasi berlauk mangut lele yang lezat
(foto teman redaksi Tera)
Seusai diskusi tentang buku di Penerbit Indonesia Tera, saya diajak Mas Tepe untuk makan siang di Warung Mangut Lele Mbah Marto. Tentu saja saya tidak menolak karena sesungguhnya sudah lama saya ingin menikmati masakan khas tradisonal di warung legendaris ini.

Bersama beberapa redaksi kami langsung berangkat. Sahabat yang ingin juga ke warung yang terkenal mblusuk di tengah kampung ini, sesungguhnya tidak sulit kok menuju ke warung ini.

13/02/17

Sirup Wedang Jahe, Oleh-Oleh Khas Jogja yang Keren

Sirup Wedang Jahe Khas Jogja 3 Teko
Oleh-oleh khas Jogja itu adalah bakpia, geplak, yangko, gudeg, jadah tempe, salak pondok, keripik belut, tasuba (tahu susu bakso), tiwul, walang goreng, sirup wedang jahe, batik, surjan, blangkon, atau kerajinan perak.

Pada postingan kali ini, sengaja ditulis tentang Sirup Wedang Jahe Khas Jogja 3 Teko. Oleh-oleh dalam bentuk sirup jahe yang diwadahi botol kaca cantik ini memang istimewa. Terbuat hanya dari jahe dan rempah pilihan; tanpa bahan pengawet.

Sirup Wedang Jahe 3 Teko dibuat dari jahe jenis Emprit grade A dengan umur panen minimal 9 bulan. Dengan kualitas jahe yang demikian menjadikan sirup wedang jahe khas Jogja ini lebih terasa khasiatnya. Dalam proses pembuatan sirupnya diberi gula merah sehingga hasilnya terasa lebih nikmat dan khas.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...