03/10/16

Pasir Bertasbih, Seni Lukis Kaligrafi yang Indah dan Unik

Penulis bersama Mas Faizan, Pelukis Kaligrafi Pasir Bertasbih
Jogja, di samping terkenal sebagai Kota Pelajar, juga terkenal sebagai Kota Seni. Hal inilah yang membuat tidak sedikit orang yang mempunyai ketertarikan pada seni untuk berkunjung ke Jogja.

Di antara galeri seni yang menarik untuk dikunjungi adalah Galeri Aqil al Akhyar Art. Menarik karena hasil karya seni yang dipajang sifatnya unik, bahkan bisa dikatakan sebagai yang pertama di Indonesia.

Bila pada umumnya seni kaligrafi menggunakan media kanvas, kayu, kaca, atau media lain dengan cat minyak, di galeri seni lukis kaligrafi ini menggunakan media pasir di atas kanvas. Istimewanya lagi, warna-warnanya menggunakan warna alami pasir laut atau sama sekali tanpa tambahan pewarna buatan.

Pasir laut yang digunakan untuk membuat kaligrafi berasal dari berbagai pantai yang ada di Indonesia, di antaranya dari Lampung, Bangka, Jawa Tengah, Jogja, Jawa Timur, Kalimantan, Lombok, Sumbawa, Kutai, Manado, dan lain-lain. Pemilihan pasir laut dari berbagai daerah ini untuk mendapatkan warna dan karakter material pasir yang berbeda-beda.

Contoh kaligrafi Pasir Bertasbih

Pelukis kaligrafi yang menggunakan media pasir laut yang direkatkan dengan lem di atas kanvas ini bernama Faizan Zuhairi Muakhadatu. Saya biasa memanggilnya Mas Faizan. Ia berasal dari Lampung dan kini tinggal di Jogja.

Sejak tahun 1996, yakni ketika kuliah di IAIN Sunan Kalijaga, Mas Faizan sudah menekuni seni kaligrafi secara profesional, di antaranya menggunakan media kaca dan cat. Setelah melalui proses sekaligus berpikir agar menghasilkan karya yang berbeda, pada tahun 2002 menemukan media pasir dan ditekuni hingga sekarang.

Selain di Jogja, Pasir Bertasbih pernah mengikuti pameran di Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang, Sulawesi, dan beberapa daerah lainnya. Pernah juga sekitar 90 lukisan kaligrafi Pasir Bertasbih dipamerkan di ruang pamer Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bagi para sahabat yang ingin tahu lebih lanjut, alamat Pasir Bertasbih (Aqil al Akhyar Art) berada di Karanganom, RT.05/RW.03, Karangmojo, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Jogja. HP. 081-2720-45673. Akun FB: Faizan Zuhairi Muakhadatu.

Oh ya, sebelum tulisan ini diakhiri, ada sebuah catatan yang perlu ditekankan di sini, yakni:
Karya Pasir Bertasbih ini bukan melukis di atas pasir, lalu dari gambar satu berubah bentuk ke gambar berikutnya, kemudian menjadi sebuah cerita. Bukan seperti itu. Tapi, ini pasir yang direkatkan dengan lem di atas kanvas dan menjadilah lukisan kaligrafi.
Demikian dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita bersama.

Salam dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

45 komentar:

  1. melukis dgn pasir pastinya memiliki tantangan tersendiri ya, dibanding melukis dgn media lainnya. Sukses terus buat Mas Faizan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, Mbak Santi Dewi, melukis kaligrafi dengan pasir di atas kanvas pastinya membutuhkan kreativitas dan kejelian tersendiri. Makasih banyak ya, Mbak, atas komentar pertamanya di postingan ini :)

      Hapus
  2. Melukis dengan pasir ini sekarang sekarang jadi tren ya kang dan hasilnya juga bagus tapi hanya beberapa orang saja yang bisa melakukannya karena melukis dengan pasir ini tidak sembarang orang yang bisa melakukannya tidak seperti menggambar diatas kertas yang semua orang bisa melakukannya. Tapi kalau punya ketekunan dan punya niat sungguh sungguh belajar pasti bisa mengusainya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Kang Nurul Iman, ketekunan dan niat yang sungguh-sungguh sangat penting, di samping kemampuan untuk mengeksplorasi kreasi dalam menghasilkan karya seni yang bagus.

      Hapus
  3. Ini kaya yg di acara indonesia got talent itu bukan ya? Yg cowo cewe ngelukis pake pasir ?
    Btw kalo komen lebih baik langsung pake url aja mas, supaya lbh cpt di bw balik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berbeda, Mbak Ratusya, bila di acara tersebut itu melukis dengan media pasir, sedangkan ini melukis dengan menggunakan pasir yang direkatkan dengan lem di atas kanvas.

      Sip, Mbak Ratusya, makasih ya :)

      Hapus
  4. Baru tau di Jogja ada yang melukis pake pasir. keren, Jadi beda dari yang lainnya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, Mbak Arum Kusuma, semoga dengan demikian semakin menambah keragaman kreativitas seni di negeri tercinta ini.

      Hapus
  5. Wah, unik juga ya mas Faizan Zuhairi Muakhadatu ini...biasanya lukisan kaligrafi itu di kanfas klo bkan diukir di kayu.

    Tpi ini beda dari yg lain. mmng jogja adalah kota para seniman" keren!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas Reyhan Ismail, inilah uniknya karya Pasir Bertasbih. Semoga Jogja semakin menarik dan berkesan untuk dikunjungi. Makasih banyak ya, Mas.

      Hapus
  6. jadi inget indonesia mencari bakat beberapa waktu yang lalu, ada juga yang bikin beraneka ragam gambar dari pasir dan ada ceritanya jadi menarik, mungkin kalo mas Zuhairi membuat video bercerita dengan goresan pasirnya.. lalu diakhiri dengan bentuk kalografi pasti makin ciamik..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini berbeda dengan yang ada di Indonesia mencari bakat itu, Mas Puput. Tapi, ini melukis kaligrafi dengan menggunakan pasir yang direkatkan dengan lem di atas kanvas. Jadi, melukisnya sekali jadi. Sebagaimana beberapa kaligrafi yang terpampang di latar belakang foto dalam postingan di atas.

      Hapus
  7. seni itu indah, gak semua orang bisa yam, jiwa senilah yang membuat orang itu jadi kreatif dan yang menikmatinya juga akan bahagia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, Bu Tira Soekardi, jiwa seni membuat seseorang bisa menghasilkan karya yang indah. Makasih ya, Bu, salam dari Jogja.

      Hapus
  8. Kreatif, sabar, dan tekun sekali ya seniman kaligrafi ini. Coba dikasih lihat salah satu contoh lukisannya, Pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kreatif, sabar, dan tekun. Saya setuju itu, Mbak Leyla Hana. Oh ya, satu contoh lukisan kaligrafi pagi ini baru disusulkan dalam postingan ini. Makasih banyak ya, Mbak :)

      Hapus
  9. kreatif dan bernilai seni tinggi,
    kaligrafi pasir bertasbih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak ya, Mas. Salam dari Jogja.

      Hapus
  10. Seniman kreatif selalu menemukan ide2 baru untuk ditampilkan ya pak... Layak diapresiasi karena pasti ada proses tak mudah yg belum tentu bisa dilakukan orang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, Mbak Haya Nufus, saya setuju itu. Seniman yang berhasil terus saja menjalani proses kreatifnya dengan baik.

      Hapus
  11. Seniman memang selalu memberikan hasil yang indah dalam karyanya ya kang termasuk ini seni lukis pasir dalam membuat lukisan kaligrafi, memang sangat indah dan belum tentu orang lain bisa membuatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas Effendi Nurdiaman, itulah kenapa kita mesti menghargai sebuah karya, termasuk dalam hal ini karya seni. Semoga dengan seni hidup ini akan semakin indah pula.

      Hapus
  12. Wah keren banget medianya pakai pasir :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Nita Lana Faera, dibutuhkan ketelitian dan kreativitas tersendiri.

      Hapus
  13. waw, keren ya. ga perlu media yg mahal karena pasir laut mudah didapat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, Mbak Kanianingsih, pasir adalah anugerah yang melimpah dari Allah Swt. Biaya terutama di transportasi. Sebab, mesti mendapatkan pasir dari berbagai tempat agar mendapatkan warna yang berbeda.

      Hapus
  14. ini sulit banget membuatnya, dari pasir soalnya, karya seni yang patut sangat dihargai dan dihormati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuh kreativitas dan kejelian tersendiri ya, Mbak Evrinasp :)

      Hapus
  15. Baru tahu saya pak :)
    bagus banget hasilnya, kalau dilihat seolah bukan dari pasir..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas Andi Nugraha, kalau dilihat sekilas seoalah bukan dari pasir, tapi bila diperhatikan, ternyata taburan pasir begitu tertata rapi membentuk kaligrafi.

      Hapus
  16. Waah, mesti telaten ini mah. Ngelukis pakai pensil aja susah. Hihi. Ini sabarnya harus satu bagian satu bagian kali yak, biar ga saling nempel warna pasirnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, Mbak Levina Mandalagiri, harus telaten bener, dan lagi... melukis kaligrafi ibaratnya gak boleh salah, sebab bila salah lalu ditimpa dengan pasir baru, akan kelihatan sekali.

      Hapus
  17. Pernah liat di TV aja nih soal melukis di pasir. Keren dan musti di apresiasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bila di tivi itu melukis di pasir, tapi kalo yang ini melukis dengan pasir yang direkatkan dengan lem di atas kanvas, Mbak Yasinta Astuti.

      Hapus
  18. Balasan
    1. Iya, Mbak Vety Fakhrudin. Makasih banyak ya telah singgah kemari.

      Hapus
  19. Aku suka menggambar tapi untuk buat kaya gitu belum bisa, empat jempol buat kakak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah, bila sudah suka menggambar, tentunya dasar untuk membuat yang seperti itu sudah ada ya, Mbak Yuniar HMS :)

      Hapus
  20. Bagus banget. Melukis dg kanvas aja sudah susah, tapi ini pakai pasir dan buat lukisan kaligrafi. Kebayang deh ketelitian dan kejelian senimannya. Top banget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Eri Udiyawati, tentuanya ketelitian dan kejelian adalah hal yang sangat penting dalam berkarya seperti ini. Makasih banyak ya, Mbak, telah singgah kemari.

      Hapus
  21. wah seni yang unik ya pak... semoga berkah buat usaha pak faizan.. mantap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, Mas Angki. Allaahumma aamiin...

      Hapus
  22. Subhanallaah kita bisa berkarya dengan.menggunakan media apa saja ya mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walhamdulillaah, semoga kita terinspirasi juga untuk terus berkarya ya, Mbak Tanti Amelia.

      Hapus
  23. waw .. kren bgt seni kaligarfi pasirnya ya Mas

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...